Industri

Adidas Akan Jual Reebok?

  • JAKARTA – Produsen pakaian olahraga asal Jerman, Adidas AG, tengah mempertimbangkan opsi-opsi strategis, termasuk potensi menjual Reebok. Dilansir dari Reuters, Adidas menyatakan keputusan tersebut akan diumumkan pada 10 Maret ketika perusahaan secara resmi mempresentasikan strategi barunya. Adidas membeli Reebok yang berbasis di Boston, AS, seharga US$3,8 miliar pada 2005. Namun, merek itu dinilai kurang menunjukkan […]

<p>Gerai Adidas. / Pixabay </p>

Gerai Adidas. / Pixabay

(Istimewa)

JAKARTA – Produsen pakaian olahraga asal Jerman, Adidas AG, tengah mempertimbangkan opsi-opsi strategis, termasuk potensi menjual Reebok.

Dilansir dari Reuters, Adidas menyatakan keputusan tersebut akan diumumkan pada 10 Maret ketika perusahaan secara resmi mempresentasikan strategi barunya.

Adidas membeli Reebok yang berbasis di Boston, AS, seharga US$3,8 miliar pada 2005. Namun, merek itu dinilai kurang menunjukkan kemajuan sehingga investor minta agar merek itu dikeluarkan.

Michael Faherty, manajer portofolio di Adidas dan investor Nike Seilern Investment Management, mengatakan Reebok mungkin menjadi target yang menarik bagi perusahaan ekuitas swasta atau pengecer kecil olahraga lainnya.

BBC menyebut sudah ada sejumlah pembeli potensial, termasuk perusahaan ekuitas swasta Permira dan pemilik merek Timberland, VF Corp. Permira adalah pemilik perusahaan alas kaki Dr Martes.

Colin Wong, manajer portofolio di Nike Mawer Investment Management, menyatakan ada sejumlah opsi potensial bagi Adidas, termasuk melepas Reebok sebagai perusahaan publik yang berdiri sendiri. Atau, menjual merek tersebut ke ekuitas swasta, pengecer olahraga lain atau atau pemain multibrand seperti VF Corp.

Penjualan bersih Reebok turun 7% pada kuartal III-2020 menjadi 403 juta euro, setara dengan US$489,40 juta. Kuartal sebelumnya merosot 44%.
Pada 2019, Adidas mencatat nilai buku Reebok hampir setengahnya dari 2018 menjadi 842 juta euro.

Jessica Ramirez, analis ritel di Jane Hali & Associates, mengatakan kolaborasi baru-baru ini dengan selebriti seperti Cardi B dan fokus baru pada pakaian wanita telah menempatkan merek tersebut di tempat yang lebih baik.

“Reebok tidak akan menjadi beban bagi siapapun yang mengambilnya jika ada penjualan,” ujarnya dikutip Reuters.

Awal November lalu, Adidas menyatakan harapannya bahwa penjualannya yang menurun selama tiga bulan terakhir tahun ini karena lockdown di Eropa akan diimbagi dengan kembalinya pertumbuhan di China dan permintaan yang kuat pada perlengkapan lari dan produk yang dirancang penyanyi Beyonce.