99 Persen Laba Adaro Milik Konglomerat Boy Thohir Dibagi untuk Dividen Rp2,21 Triliun
Emiten batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham perseroan sebanyak US$146,8 juta pada tahun ini.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Gedung Adaro Energy. / Adaro.com
(Istimewa)JAKARTA – Emiten batu bara milik konglomerat Garibaldi ‘Boy’ Thohir, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham perseroan sebanyak US$146,8 juta setara Rp2,21 triliun (asumsi kurs Rp14.498 per dolar Amerika Serikat) pada tahun ini.
Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 yang digelar perseroan di Jakarta, Senin 26 April 2021.
Nilai dividen tunai yang akan dibagikan perseroan itu setara dengan 99% dari total laba bersih ADRO selama tahun 2020 sebesar US$147 juta. Sedangkan, sisanya akan dialokasikan sebagai laba ditahan.
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
- Pemberdayaan Perempuan di Perusahaan Jepang Masih Alami Krisis Pada Tahun 2021
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi “Boy” Thohir mengatakan pandemi COVID-19 sangat memengaruhi industri batu bara sepanjang tahun lalu. Akibatnya, jumlah permintaan maupun harga batu bara mengalami penunuran yang signifikan.
Kendati begitu, lanjut dia, perseroan masih dapat mencapai panduan sekaligus mempertahankan marjin yang sehat di tengah pagebluk, melalui fokus yang berkesinambungan pada keunggulan operasi dan pengendalian biaya.
“Kami menjaga komitmen untuk memberikan pengembalian pemegang saham dengan membagikan dividen tunai secara berkala, yang mencapai US$146,8 juta untuk tahun 2020,”
Perseroan turut menargetkan prospek yang positif pada tahun 2021. Meskipun begitu, Boy menegaskan akan terus berfokus meningkatkan keunggulan operasional, pengendalian biaya serta efisiensi dalam rangka mengatasi volatilitas industri.
Selain pembagian dividen, terdapat lima agenda lainnya yang diputuskan dalam rapat tersebut. Di antaranya para pemegang saham menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan dan laporan keuangan konsolidasi Perseroan untuk tahun 2020.
Selanjutnya, para pemegang saham juga membebaskan dan melepaskan secara penuh (acquit et décharge) seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan dari segala tindakan kepengurusan dan pengawasan yang dijalankan selama tahun fiskal yang berakhir pada 31 Desember 2020.
Pada agenda selanjutnya, para pemegang saham menyetujui untuk menunjuk kembali seluruh anggota Direksi Perseroan untuk periode lima tahun berikutnya, efektif sejak akhir RUPST sampai penutupan RUPST Perseroan tahun 2026.
Beberapa agenda lainnya adanya menyetujui penunjukan kembali kantor akuntan publik serta menunjuk Komite Nominasi dan Remunerasi. Terakhir, para pemegang saham menyetujui perubahan terhadap anggaran dasar perseroan untuk disesuaikan dengan POJK No.15/POJK.04/2020. (SKO)
