Tren Pasar

80 Saham HSC Tak Lagi Dihitung dalam IHSG, Ini Daftar Lengkapnya

  • BEI berencana mengeluarkan 80 saham kategori HSC dari perhitungan IHSG. Simak daftar emiten, pengertian HSC, dan dampaknya bagi investor.
Aktifitas Bursa Saham - Panji 5.jpg
Pekerja berjalan di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di Mail Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta 17 Oktober 2023. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengeluarkan 80 saham yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan ini ditempuh untuk meningkatkan kredibilitas indeks di tengah tekanan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengonfirmasi rencana tersebut pada Senin, 19 Oktober 2026. Menurut dia, keputusan itu berkaitan dengan penyesuaian klasifikasi pasar saham Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Sebelumnya, MSCI mengumumkan telah mempertimbangkan untuk mengategorikan pasar saham Indonesia sebagai standalone market. Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar dan menambah tekanan terhadap kepercayaan investor.

Dalam periode yang sama, IHSG merosot hingga menyentuh level terendah sejak pandemi Covid-19, sebagaimana disebutkan dalam laporan terkait perkembangan pasar tersebut.

Jeffrey mengatakan BEI telah melakukan konsultasi dengan MSCI sebelum memutuskan langkah penyesuaian terhadap saham-saham HSC. Kebijakan ini diharapkan membuat pergerakan IHSG lebih mencerminkan kondisi pasar yang wajar dan meningkatkan transparansi indeks.

“Untuk memberikan indeks harga yang lebih kredibel dan berintegritas, kami akan mengeluarkan seluruh saham high shareholding concentration dari indeks harga saham gabungan,” kata Jeffrey dalam konferensi pers di Jakarta.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti saham-saham terkait akan dihapus dari bursa atau mengalami delisting. Investor tetap dapat memperdagangkan saham tersebut, tetapi perubahan harganya tidak lagi memengaruhi pergerakan IHSG.

“Tetap bisa diperdagangkan, tetapi pergerakan harganya tidak akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, karena seperti kita ketahui bahwa ada potensi risiko dalam saham-saham [HSC],” ujarnya.

Apa Itu Saham HSC?

High shareholding concentration merupakan kondisi ketika kepemilikan saham terkonsentrasi pada sejumlah kecil pemegang saham atau pihak-pihak yang terafiliasi. Kondisi tersebut dapat membatasi jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas di pasar atau dikenal sebagai free float.

Keterbatasan saham yang beredar di publik dapat membuat perdagangan lebih rentan terhadap perubahan harga yang tajam ketika likuiditas terbatas. Dalam kondisi tertentu, konsentrasi kepemilikan juga dapat meningkatkan risiko volatilitas dan praktik perdagangan yang tidak wajar.

Meski demikian, status HSC tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa suatu emiten melakukan manipulasi harga. Kategori ini berkaitan dengan konsentrasi kepemilikan saham, sedangkan dugaan pelanggaran perdagangan perlu dinilai berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan yang relevan.

Bagi investor, rencana perubahan perhitungan IHSG ini penting untuk dicermati karena harga saham tetap dapat bergerak di pasar meskipun tidak lagi berkontribusi terhadap indeks acuan tersebut. Dengan demikian, perubahan kebijakan indeks tidak otomatis berarti saham terkait dilarang diperdagangkan atau kehilangan nilai investasinya.

Daftar 80 Saham HSC yang Akan Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG

Berdasarkan bahan yang merujuk pada data BEI, terdapat 80 emiten yang masuk kategori HSC. Berikut daftar nama perusahaan dan kode sahamnya sesuai bahan tersebut.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)

PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)

PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)

PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)

PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)

PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)

PT Akasha Wira International Tbk (ADES)

PT Temas Tbk (TMAS)

PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)

PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)

PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)

PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)

PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)

PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)

PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)

PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)

PT Charnic Capital Tbk (NICK)

PT Steady Safe Tbk (SAFE)

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)

PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)

PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)

PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)

PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)

PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)

PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)

PT Golden Flower Tbk (POLU)

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)

PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)

PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)

PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)

PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)

PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)

PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)

PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)

PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)

PT Bank Mega Tbk (MEGA)

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)

PT Siantar Top Tbk (STTP)

PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)

PT FAP Agri Tbk (FAPA)

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)

PT Soho Global Health Tbk (SOHO)

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)

PT Bank Permata Tbk (BNLI)

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)

PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

PT DCI Indonesia Tbk (DCII)

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)

PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)

PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)

PT Mahkota Group Tbk (MGRO)

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)

PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)

PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)

PT Ifishdeco Tbk (IFSH)

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)