8 Tips Menabung dari Gaji UMR Jakarta 2026
- Masih banyak orang merasa sulit menabung dengan gaji UMR, terlebih di Jakarta yang serba mahal. Tapi tenang, ada beberapa tips menabung yang bisa kamu ikuti.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Pemerintah telah menetapkan upah minimum tahun 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta tahun 2026 sebesar 6,17%, sehingga nilainya menjadi Rp5.729.876.
Di samping itu, masih banyak orang merasa sulit menabung dengan gaji UMR, terlebih jika tingga di Jakarta yang serba mahal. Belum ada sebulan isi rekening langsung kosong. Jika kamu seorang karyawan bergaji dan merasa sulit untuk menabung secara konsisten, kamu mungkin akan menghadapi tekanan finansial di masa depan.
Jumlah yang harus kamu sisihkan setiap bulan bergantung pada penghasilanmu, tetapi pertanyaan yang lebih besar adalah, bagaimana cara menabung dari gaji? Nah, untuk itu jangan panik, berikut tips menabung dari gaji UMR Jakarta.
Tips Menabung dari Gaji UMR Jakarta
Berikut beberapa tips cerdas menabung dari gaji UMP Jakarta:
1. Buat Anggaran Bulanan yang Realistis

Catat semua kebutuhan pokok mulai dari biaya makan, transportasi, sewa tempat tinggal, hingga paket internet. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui sisa dana yang dapat disisihkan untuk menabung. Penting juga untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Misalnya, keinginan untuk nongkrong di kafe sebaiknya dibatasi agar pengeluaran tidak membesar. Prioritaskan kebutuhan pokok supaya tabungan tetap terjaga.
2. Gunakan Aturan 50-30-20 atau Sesuaikan Kondisi
Membuat anggaran merupakan langkah cerdas dalam mengelola keuangan. Dengan anggaran, kamu bisa mencatat semua pemasukan dan pengeluaran sehingga lebih mudah menentukan prioritas antara belanja dan tabungan.
Kamu bisa memulai dengan menggunakan template anggaran gratis, namun mencatatnya secara sederhana di atas kertas juga sudah cukup efektif. Salah satu metode yang populer adalah aturan anggaran 50/30/20.
Dalam metode ini, 50% dari penghasilan bersih dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan serta pembayaran utang di luar cicilan minimum. Jika ada pos pengeluaran yang melebihi batas tersebut, kamu menyesuaikannya kembali.
Jika pembagian 50/30/20 dirasa kurang sesuai dengan kondisi keuanganmu, tidak perlu khawatir. Terdapat alternatif lain seperti anggaran 60/30/10 atau sistem amplop, yaitu metode yang membatasi pengeluaran berdasarkan kategori tertentu agar keuangan tetap terkendali.
3. Pisahkan Rekening Tabungan dan Harian
Kesalahan yang sering terjadi adalah menaruh semua uang dalam satu rekening sehingga sulit memisahkan dana untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan. Padahal, solusinya cukup sederhana, yaitu memiliki dua rekening terpisah.
Satu rekening digunakan untuk pengeluaran rutin, sementara satu lagi dikhususkan sebagai tabungan yang tidak digunakan sembarangan. Agar lebih disiplin, kamu bisa memilih rekening tabungan tanpa kartu ATM supaya tidak mudah tergoda menarik uang. Dengan langkah ini, menabung untuk jangka panjang dapat dilakukan secara lebih efektif.
4. Kurangi Pengeluaran Tidak Penting
Terkadang, gaji UMR cepat habis sebelum akhir bulan akibat pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu penting. Oleh karena itu, penting untuk mengenali pos biaya yang dapat ditekan atau bahkan dihapus.
Sebagai contoh, jika terlalu sering makan di luar, kamu bisa menguranginya dengan mulai memasak sendiri di rumah. Begitu pula dengan langganan layanan streaming yang jarang dimanfaatkan, sebaiknya dipertimbangkan untuk dihentikan sementara demi menghemat pengeluaran.
5. Tunda Pembelian dengan Aturan 30 Hari
Menunda pembelian dengan menerapkan aturan 30 hari dapat menjadi cara untuk mencegah pengeluaran berlebihan. Metode ini memberi jeda waktu antara saat kamu tertarik pada suatu barang dan keputusan untuk membelinya, sehingga kamu bisa mempertimbangkan kembali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.
Saat berbelanja secara online, kamu bisa memasukkan barang ke keranjang terlebih dahulu lalu meninggalkannya sementara agar memiliki waktu untuk berpikir. Bahkan, dalam beberapa kasus, penjual bisa saja memberikan kode diskon setelah melihat keranjang belanja yang tidak langsung diselesaikan.
Jika menunggu selama 30 hari terasa terlalu lama, kamu dapat mencoba waktu penundaan yang lebih singkat, seperti 24 atau 48 jam, sebelum memutuskan untuk membeli.
6. Beli Persediaan Kebutuhan Rumah Saat Harganya Murah
Barang kebutuhan rumah tangga seperti sabun cuci, tisu, atau perlengkapan mandi sering kali harus dibeli berulang. Untuk menghemat biaya, sebaiknya pantau persediaan di rumah dan pertimbangkan membeli dalam jumlah besar atau menambah stok saat ada promo. Cara ini biasanya lebih ekonomis dibandingkan harus membeli mendadak ketika harga sedang normal atau tanpa diskon.
7. Cari Penghasilan Tambahan
Jika gaji UMR dirasa belum mencukupi semua kebutuhan, mencari sumber pemasukan tambahan dapat menjadi pilihan. Kamu bisa mencoba pekerjaan lepas, merintis usaha kecil, atau menjalankan bisnis sampingan. Misalnya, jika memiliki keahlian menulis, desain grafis, atau fotografi, kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan menawarkan jasa secara online untuk menambah penghasilan.
8. Manfaatkan Aplikasi Keuangan atau Fitur Tabungan
Saat ini tersedia berbagai aplikasi keuangan yang dapat membantu mencatat sekaligus mengendalikan pengeluaran. Bahkan, sejumlah bank telah menyediakan fitur autodebet ke rekening tabungan setiap bulan, sehingga dana bisa langsung tersimpan secara otomatis tanpa harus diingat terus-menerus.
Dengan memanfaatkan teknologi ini, proses menabung menjadi lebih mudah, praktis, dan jauh dari godaan. Cukup tentukan nominal yang ingin disisihkan, lalu biarkan sistem mengelolanya untukmu.

Distika Safara Setianda
Editor
