Tren Leisure

7 Tradisi Perayaan Lebaran di Seluruh Dunia

  • Mari kita intip perjalanan yang menyenangkan untuk mengungkap delapan tradisi Lebaran yang unik dari seluruh dunia!
Puncak Mudik Nataru Bandara Soeta - Panji 2.jpg
Nampak kepadatan penumpang di Bandara Soekarno Hatta jelang libur Natal dan Tahun Baru 2025. Untuk tahun ini kepadatan penumpang diprediksi meningkat sekitar 6 % dibanding tahun lalu. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Umat ​​Muslim di seluruh dunia akan merayakan Idulfitri bersama teman dan keluarga sambil menandai berakhirnya Ramadan, bulan puasa dari subuh hingga senja. Umat Muslim menggunakan bulan Ramadan untuk menahan diri dari makanan dan minum seharian, serta untuk refleksi spiritual dan memperdalam doa.

Hari Raya Idulfitri adalah kesempatan untuk berkumpul dengan orang-orang terkasih dan merayakannya dengan banyak makanan lezat. Beberapa negara di dunia merayakannya secara berbeda dengan berbagai tradisi, berikut adalah beberapa cara merayakan kesempatan ini di seluruh dunia. 

Mari kita intip perjalanan yang menyenangkan untuk mengungkap delapan tradisi Lebaran yang unik dari seluruh dunia!

Tradisi Idulfitri di Seluruh Dunia

Berikut beberapa tradisi Idulfitri di berbagai negara:

1. Indonesia

Nampak para calon penumpang mulai memadati terminal keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten saat H-7 Lebaran. Puncak arus mudik bandara diperkirakan terjadi H-3. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

Dilansir dari Times of India, di Indonesia, Idulfitri sangat identik dengan tradisi “mudik”, yaitu kebiasaan pulang ke kampung halaman yang dilakukan oleh banyak orang yang tinggal di kota untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Tradisi ini membuat jutaan orang memadati jalan raya dan transportasi umum demi bisa berkumpul dengan orang-orang tercinta.

Meskipun perjalanan sering kali melelahkan, masyarakat menjalaninya dengan penuh kegembiraan dan harapan. Bagi banyak orang, momen bertemu kembali dengan keluarga dan menikmati hidangan bersama menjadi inti utama dari perayaan Idulfitri.

2. Malaysia

Seperti halnya masyarakat Indonesia, warga Malaysia juga memiliki tradisi “Balik Kampung,” yaitu pulang ke kampung halaman untuk menghabiskan waktu bersama keluarga serta kerabat.

Salah satu ciri khas Idulfitri di Malaysia adalah “open house,” di mana keluarga membuka mengundang tamu dari berbagai kalangan untuk menikmati hidangan Lebaran di rumah mereka.

Tradisi ini menciptakan suasana yang inklusif sekaligus mempererat kebersamaan. Para tamu biasanya disuguhi berbagai makanan tradisional seperti ketupat dan rendang.

3. Pakistan

Di Pakistan, pagi hari saat Idulfitri biasanya diawali dengan menyiapkan Sheer Khurma, yaitu hidangan manis berupa puding bihun yang dimasak dengan susu, kurma, kacang-kacangan, dan gula. Hidangan ini menjadi salah satu sajian utama dalam jamuan Lebaran.

Sheer Khurma kemudian dibagikan kepada keluarga, teman, dan tetangga yang datang berkunjung sepanjang hari. Tradisi berbagi hidangan ini mencerminkan semangat kemurahan hati dan keramahan yang menjadi ciri khas perayaan Idulfitri di Pakistan.

4. Uni Emirat Arab

Idulfitri merupakan perayaan besar di Uni Emirat Arab yang membuat seluruh negeri dipenuhi suasana meriah dan penuh kebahagiaan. Pada pagi hari, keluarga-keluarga mengenakan pakaian terbaik mereka lalu memulai perayaan dengan melaksanakan salat berjamaah di masjid atau tempat umum.

Suasana semakin hangat dengan tradisi bertukar hadiah dan memberikan sedekah, sementara aroma berbagai hidangan lezat memenuhi udara. Keramahan dan kepedulian masyarakat pun sangat terasa pada momen ini.

Tidak hanya di rumah, berbagai ruang publik juga dihiasi dekorasi meriah dan menjadi tempat diselenggarakannya beragam acara yang menonjolkan budaya serta mempererat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

5. Mesir

Dilansir dari Heathrow, di Mesir, perayaan Idulfitri dirayakan secara besar-besaran dengan selama tiga hari libur nasional, yang dimulai dengan pelaksanaan salat Id pada pagi hari pertama. Perayaan besar-besaran berlangsung dengan anggota keluarga dari seluruh negeri berkumpul bersama.

Baik muda maupun tua memanfaatkan kemeriahan perayaan dengan menghabiskan waktu berkualitas bersama, anak-anak yang lebih kecil juga akan menerima hadiah uang kecil dari kerabat yang lebih tua sebagai hadiah Idulfitri.

Perayaan keluarga ini tidak hanya berlangsung di rumah. Banyak warga Mesir yang memilih mengunjungi taman kota, kebun, atau kebun binatang untuk menikmati suasana Lebaran bersama masyarakat sekitar.

6. Arab Saudi

Perayaan Idulfitri di Timur Tengah umumnya memiliki tradisi yang mirip, sehingga Arab Saudi cenderung memperingatinya dengan cara yang sama seperti negara-negara tetangganya. Hari itu biasanya dimulai dengan salat Id, diikuti oleh pertemuan besar yang dipenuhi dengan hidangan lezat

Salah satu hidangan khas yang sering disajikan saat Idulfitri di Arab Saudi adalah mugalgal, yaitu olahan daging domba cincang yang dimasak bersama tomat segar, bawang, dan paprika hijau dengan berbagai rempah.

Selain itu, beragam makanan penutup seperti kue madu dan kurma juga banyak dinikmati. Karena banyaknya hidangan manis, Idulfitri juga sering dijuluki “Sugar Feast” atau oleh masyarakat Saudi disebut “Sweet Eid.”

Pada malam pertama Idulfitri, masyarakat biasanya mengenakan pakaian terbaik dan baru, lalu menikmati pertunjukan kembang api bersama komunitas mereka. Ada pula tradisi unik di Arab Saudi, yaitu meninggalkan sejumlah makanan di depan rumah bagi mereka yang membutuhkan, sebagai bentuk berbagi agar semua orang dapat merasakan kebahagiaan Idulfitri.

7. Turki

Di Turki, perayaan Idulfitri dikenal dengan istilah “Sugar Feast” atau pesta manisan. Pada momen ini, masyarakat berkumpul untuk menikmati berbagai hidangan manis seperti baklava dan Turkish delight.

Mayoritas penduduk Turki adalah Muslim, dengan 98% menganut agama Islam, sehingga Idulfitri merupakan acara besar di seluruh negeri dengan libur nasional hampir selama seminggu untuk menikmati perayaannya.

Sebagian besar orang merayakan di rumah bersama keluarga dan teman-teman mereka, sementara yang lain akan pergi ke pantai untuk menikmati hari-hari yang panjang penuh sinar matahari, menyantap makanan lokal yang lezat, dan menebus puasa selama 30 hari terakhir!