Tren Leisure

5 Kesalahan dalam Minimalisme yang Bikin Dompetmu Tipis

  • Dengan mengurangi hal-hal berlebihan dan mengurangi ketergantungan pada barang, gaya hidup minimalis seharusnya membantu seseorang menjalani hidup yang lebih sederhana, penuh kesadaran, dan bebas.
7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Tetap Miskin
Dompet, uang, keuangan (Freepik)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Minimalisme adalah gaya hidup yang membantu kita fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.

Minimalisme didefinisikan sebagai sebuah desain atau gaya yang menggunakan elemen sesedikit dan sesederhana mungkin untuk menghasilkan efek yang maksimal.

Dengan mengurangi hal-hal berlebihan dan mengurangi ketergantungan pada barang, gaya hidup minimalis seharusnya membantu seseorang menjalani hidup yang lebih sederhana, penuh kesadaran, dan bebas.

Namun, masih banyak yang keliru dalam penerapannya, sehingga bukannya lebih hemat, justru membuat pengeluaran bertambah dan dompet semakin terkuras.

Kesalahan Gaya Hidup Minimalis

Dilansir dari berbagai sumber, berikut kesalahan penerapan gaya hidup minimalis:

1. Membuang Barang Lama

Banyak orang yang terlalu bersemangat menerapkan minimalisme hingga terburu-buru menyingkirkan barang-barang lama mereka, padahal masih layak pakai.

Contohnya seperti pakaian, perlengkapan dapur, bahkan perangkat elektronik. Niat awalnya ingin declutter, tapi akhirnya justru harus membeli lagi barang serupa ketika ternyata masih diperlukan.

Minimalisme bukan sekadar memiliki barang sedikit, melainkan memastikan barang yang ada benar-benar digunakan dan dibutuhkan. Membuang sesuatu secara impulsif justru bisa berujung pada pemborosan dan pengeluaran ekstra.

2. Terjebak Tren Minimalist Fashion

Pakaian sering menjadi salah satu penyebab utama kita berbelanja berlebihan dan membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Minimalist fashion memang tampak memikat dengan pilihan warna netral, potongan sederhana, dan nuansa seragam. Namun, tak sedikit orang yang justru menjadikannya alasan untuk membeli pakaian baru demi terlihat minimalis.

Padahal, esensi gaya hidup minimalis adalah memanfaatkan pakaian yang sudah dimiliki dan nyaman dipakai, bukan membeli lagi hanya untuk sekadar menciptakan tampilan minimalis.

3. Beli Barang Multifungsi yang Mahal

Gaya hidup minimalis kerap mendorong orang untuk memilih barang serbaguna agar tidak perlu memiliki terlalu banyak. Namun, sering kali produk “multifungsi” yang dibeli justru dibanderol dengan harga lebih tinggi.

Tanpa riset yang matang atau penyesuaian dengan kebutuhan pribadi, pembelian seperti ini hanya akan menguras isi rekening, bukannya menghemat ruang maupun biaya.

4. Tidak Punya Batasan saat Beli Barang

Faktor lain yang membuat kita membeli barang yang tidak diperlukan adalah godaan dari benda-benda acak yang menarik perhatian, sehingga kita tergoda mengeluarkan uang tanpa alasan yang jelas.

Barang-barang ini bisa berupa perhiasan, permainan, buku, dekorasi rumah, dan sebagainya.

Sebagian memang tidak bisa dibilang tidak berguna, tetapi sering kali barang-barang tersebut bukanlah sesuatu yang benar-benar kamu “butuhkan” saat itu, dan uangnya sebenarnya bisa dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Jika tidak ada batasan yang tegas, prinsip quality over quantity bisa berubah menjadi alasan untuk berbelanja berlebihan. Tanpa mempertimbangkan kemampuan, hal ini justru bisa berakhir pada kerugian finansial.

5. Pola Belanja Tak Diubah

Banyak orang rajin membereskan rumah dan menyingkirkan barang-barang, tetapi lupa mengubah kebiasaan belanja. Akibatnya, barang yang sudah dikeluarkan cepat tergantikan dengan yang baru.

Padahal, minimalisme sejati bukan hanya tentang membuang barang, melainkan juga kesadaran dalam membeli.

Jika kamu masih mudah tergoda flash sale, belanja hanya karena lucu, atau membeli demi mengisi kekosongan emosional, berapa pun jumlah barang yang kamu punya sekarang, dompet tetap akan terkuras.