30 Istilah Reksa Dana yang Wajib Dipahami Investor Pemula
- Kenali 30 istilah penting reksa dana agar investor pemula memahami risiko, kinerja, dan tujuan investasi secara tepat.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Minat masyarakat terhadap investasi reksa dana terus meningkat seiring bertambahnya kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.
Produk investasi ini dinilai relatif mudah diakses, terjangkau, dan cocok bagi pemula karena dikelola oleh profesional. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat berbagai istilah teknis yang perlu dipahami agar investor tidak salah langkah.
Memahami istilah-istilah dasar dalam reksa dana menjadi kunci agar investor mampu membaca risiko, menilai kinerja, dan menentukan produk yang sesuai dengan tujuan keuangan.
Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, Sabtu, 10 Januari 2025, berikut adalah 25 istilah penting investasi reksa dana yang wajib diketahui, disusun secara berurutan dan dijelaskan lebih rinci.
1. Reksa Dana
Reksa dana adalah wadah investasi yang menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk kemudian diinvestasikan ke berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Pengelolaan dana dilakukan secara kolektif sehingga investor tidak perlu mengelola sendiri portofolionya.
2. Manajer Investasi (MI)
Manajer investasi adalah pihak profesional yang memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengelola dana reksa dana. MI bertanggung jawab menentukan strategi investasi, pemilihan aset, serta pengelolaan risiko.
3. Nilai Aktiva Bersih (NAB)
NAB merupakan total nilai seluruh aset dalam reksa dana setelah dikurangi kewajiban. Nilai ini mencerminkan kekayaan bersih reksa dana pada suatu waktu tertentu.
Baca juga : Bukan BBRI Cs, Saham Taipan Ini Bikin IHSG Cetak Rekor
4. NAB per Unit (NAB/UP)
NAB per unit adalah harga satu unit penyertaan reksa dana. Perubahan NAB/UP mencerminkan naik atau turunnya nilai investasi investor.
5. Unit Penyertaan
Unit penyertaan adalah satuan kepemilikan investor dalam reksa dana. Semakin banyak unit yang dimiliki, semakin besar porsi kepemilikan investor.
6. Prospektus
Prospektus adalah dokumen resmi yang memuat informasi lengkap mengenai reksa dana, mulai dari tujuan investasi, kebijakan pengelolaan, risiko, hingga biaya-biaya yang dikenakan.
7. Fund Fact Sheet
Fund fact sheet merupakan ringkasan informasi reksa dana yang diterbitkan secara berkala, biasanya setiap bulan. Dokumen ini berisi kinerja, komposisi portofolio, dan AUM.
8. Jenis Reksa Dana
Reksa dana terbagi menjadi beberapa jenis utama, yakni pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Setiap jenis memiliki karakteristik risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda.
Baca juga : Ritel Pesta Pora, Asing Borong BBRI, TLKM, dan GOTO
9. Reksa Dana Pasar Uang
Jenis reksa dana ini berinvestasi pada instrumen jangka pendek seperti deposito dan surat utang jatuh tempo kurang dari satu tahun. Risikonya relatif rendah dan cocok untuk tujuan jangka pendek.
10. Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa dana pendapatan tetap mengalokasikan sebagian besar dananya pada obligasi. Produk ini menawarkan risiko menengah dengan potensi imbal hasil yang lebih stabil dibanding reksa dana saham.
11. Reksa Dana Saham
Reksa dana saham menempatkan minimal 80 persen dana kelolaannya pada saham. Jenis ini memiliki potensi keuntungan tinggi, namun juga diiringi risiko fluktuasi yang besar.
12. Reksa Dana Campuran
Reksa dana campuran mengombinasikan investasi pada saham, obligasi, dan pasar uang. Produk ini ditujukan bagi investor dengan profil risiko moderat.
13. Return (Imbal Hasil)
Return adalah keuntungan yang diperoleh investor dari kenaikan NAB atau pembagian hasil investasi. Return tidak bersifat tetap dan dipengaruhi kondisi pasar.
14. Risiko
Risiko merupakan potensi kerugian akibat penurunan nilai investasi. Setiap reksa dana memiliki tingkat risiko berbeda sesuai dengan jenis aset yang dikelola.
15. Volatilitas
Volatilitas menunjukkan tingkat fluktuasi nilai reksa dana. Semakin tinggi volatilitas, semakin besar potensi perubahan nilai dalam waktu singkat.
16. Diversifikasi
Diversifikasi adalah strategi menyebar investasi ke berbagai aset untuk mengurangi risiko kerugian. Reksa dana secara alami sudah menerapkan prinsip ini.
17. Underlying Asset
Underlying asset adalah aset dasar tempat dana reksa dana diinvestasikan, seperti saham, obligasi, atau instrumen pasar uang.
18. Bank Kustodian
Bank kustodian bertugas menyimpan aset reksa dana dan mengawasi pengelolaannya. Keberadaan bank kustodian menjamin keamanan dana investor.
19. Subscription
Subscription adalah proses pembelian unit penyertaan reksa dana oleh investor. Transaksi ini dilakukan melalui agen penjual atau platform investasi.
20. Redemption
Redemption merupakan proses penjualan kembali unit penyertaan oleh investor. Dana hasil pencairan akan masuk ke rekening investor sesuai ketentuan waktu.
21. Switching
Switching adalah pemindahan dana dari satu produk reksa dana ke produk lainnya dalam satu manajer investasi. Fitur ini memudahkan penyesuaian strategi investasi.
22. Cut-off Time
Cut-off time adalah batas waktu transaksi harian. Transaksi yang dilakukan sebelum batas waktu akan diproses pada hari yang sama.
23. Expense Ratio
Expense ratio menunjukkan persentase biaya operasional reksa dana terhadap total dana kelolaan. Semakin rendah nilainya, semakin efisien pengelolaan dana.
24. Management Fee
Management fee adalah biaya yang dibayarkan investor kepada manajer investasi atas jasa pengelolaan dana. Biaya ini sudah diperhitungkan dalam NAB.
25. Benchmark
Benchmark adalah indeks pembanding untuk mengukur kinerja reksa dana, seperti IHSG atau indeks obligasi. Kinerja yang konsisten di atas benchmark menandakan pengelolaan yang baik.
26. Tracking Error
Tracking error adalah selisih antara kinerja reksa dana dengan kinerja benchmark-nya. Semakin kecil tracking error, semakin konsisten reksa dana mengikuti acuan yang ditetapkan.
27. AUM (Asset Under Management)
AUM adalah total dana kelolaan yang dikelola oleh suatu reksa dana atau manajer investasi. Besaran AUM mencerminkan tingkat kepercayaan investor, meski bukan satu-satunya indikator kualitas.
28. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah potensi keterlambatan pencairan dana atau kesulitan menjual aset dalam kondisi pasar tertentu. Risiko ini penting diperhatikan terutama pada reksa dana dengan aset kurang likuid.
29. Time Horizon
Time horizon adalah jangka waktu investasi yang direncanakan investor untuk mencapai tujuan keuangan. Pemilihan jenis reksa dana sebaiknya disesuaikan dengan horizon waktu ini.
30. Profil Risiko Investor
Profil risiko menggambarkan kemampuan dan kesiapan investor dalam menghadapi fluktuasi nilai investasi. Umumnya terbagi menjadi konservatif, moderat, dan agresif.

Chrisna Chanis Cara
Editor
