10 Kementerian atau Lembaga Ini Memiliki Anggaran Jumbo di 2025
- Masa peralihan atau transisi dari pemerintahan Joko Widodo ke presiden terbaru Prabowo Subianto sudah mulai dilakukan. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 ada 10 kementerian dan lembaga (K/L) yang memiliki anggaran jumbo.

Debrinata Rizky
Author


JAKARTA - Masa peralihan atau transisi dari pemerintahan Joko Widodo ke presiden terbaru Prabowo Subianto sudah mulai dilakukan. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 ada 10 kementerian dan lembaga (K/L) yang memiliki anggaran jumbo.
Dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2025 dijelaskan rencana belanja pemerintah pusat. Dalam hal ini Kementerian dan Lembaga dan juga belanja Kementerian dan Lembaga dari periode 2020 hingga 2024.
- Menakar Kontribusi Cukai Terbesar dari Tiga Emiten Produsen Rokok
- Moncer di Paruh Pertama, Saham dan Laba ELSA Direvisi Naik
- Link Live Streaming Real Madrid Vs Atalanta di Piala Super Eropa 2024
Kementerian atau Lembaga dengan Alokasi Dana Jumbo
Pertama ada Kementerian pertahanan yang memperoleh kucuran dana terbesar yaitu Rp165,2 triliun. Namun jika dibandingkan Outlook APBN 2024 sebenarnya anggaran kemenahan justru menyusut.
Selanjutnya di nomor urut dua ada Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mendapatkan Rp126 triliun di 2025. Anggaran Polri naik Rp2,4 triliun dibandingkan perkiraan belanja hingga akhir tahun ini.
Disusul Kementerian Kesehatan juga mendapatkan pagu belanja yang tak kalah jumbo, yakni Rp90,6 triliun. Di urutan keempat ada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang diberi Rp83,2 triliun. Ini lebih rendah Rp9,6 triliun dibandingkan tahun berjalan.
Posisi kelima ada Kementerian Agama. Kemenag mendapatkan jatah belanja Rp78 triliun, naik cukup banyak dibandingkan Outlook 2024 sebesar Rp70,4 triliun.
Lalu, Presiden Joko Widodo membentuk Badan Gizi Nasional melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024. Beleid ini mulai berlaku pada 15 Agustus 2024.
Anggaran Badan Gizi Nasional sejatinya tak dirinci dalam buku tersebut karena baru dibentuk beberapa hari lalu. Namun, setelah kejelasan status badan yang mengelola sendiri belanja Rp71 triliun, anggarannya tercatat lebih besar dari K/L lain.
Penerima anggaran jumbo, selanjutnya ada Kementerian Keuangan hingga Kementerian Perhubungan masing-masing Rp53,2 triliun dan Rp24,8 triliun.
Berikut Postur dan Asumsi Makro 2025 :
Pertumbuhan ekonomi 5,2%.
Laju inflasi : kisaran 2,5%
Nilai tukar Rupiah : sekitar Rp16.100 per dolar AS.
Tingkat Bunga SBN 10 tahun : 7,1%.
Asumsi harga minyak mentah Indonesia US$82 per barel.
Lifting minyak bumi sebesar 600 ribu barel per hari.
Lifting gas sebesar 1,005 juta barel setara minyak per hari.
Postur RAPBN 2025 :
Pendapatan negara : Rp2.996,9 triliun
Perpajakan : Rp2.490,9 triliun
PNBP : Rp505,4 triliun
Belanja negara : Rp3.613,1 triliun
Belanja pemerintah pusat : Rp2.693,2 trilun
Transfer ke daerah Rp919,9 trilun
Keseimbangan primer : Rp25,5 triliun
Defisit : Rp616,2 triliun
Pembiayaan : Rp616,2 triliun

Amirudin Zuhri
Editor
