6 Tips Membeli Rumah Ideal untuk Generasi Muda
- Punya rumah sendiri adalah impian semua orang. Tinggal di rumah yang nyaman dan ideal akan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Karena itu, jangan terlalu...

Laila Ramdhini
Author
JAKARTA – Punya rumah sendiri adalah impian semua orang. Tinggal di rumah yang nyaman dan ideal akan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Karena itu, jangan terlalu lama menunda untuk membeli rumah.
Alver Bonivor, Market Advisor PT Dwigunatama Rintisprima (Harvest City), mengatakan pandemi COVID-19 ini justru menjadi momentum terbaik untuk membeli rumah.
Sebab, dana yang biasanya dihabiskan untuk berlibur, belanja, ataupun hura-hura lainnya bisa dialihkan ke pembayaran rumah. Maka, jangan ragu untuk mulai mencari rumah impian meskipun Anda masih muda atau baru punya penghasilan.
- 6 Tips Membeli Rumah Ideal untuk Generasi Muda
- Jaringan Rumah Jadi Taget, Serangan Siber Diprediksi Meningkat Tahun Ini
- Sedih.. Kata dan Surat Terakhir Pilot Capt Afwan, Pramugari, hingga Penumpang Sriwijaya Air SJ-182
Berikut tips membeli rumah yang tepat untuk generasi muda.
1. Sesuaikan harga rumah dengan kemampuan bayar

Hal pertama yang harus disiapkan sebelum membeli rumah adalah dana yang cukup. Harga rumah harus sesuai dengan kemampuan bayar Anda. Apapun metode pembayaran yang nantinya dipilih.
Jika ingin membeli rumah dengan cicilan bank, maka Anda harus menyesuaikannya dengan kemampuan bayar per bulan. Jangan lupa, idealnya besaran cicilan utang tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan.
Alver juga mengatakan sebaiknya dana untuk pembelian rumah sudah disisihkan sejak awal. Dengan kata lain, dana tersebut bukan sisa dari gaji bulanan.
Hitungan besaran cicilan per bulan bisa Anda ketahui langsung dari developer. Anda juga bisa mengunjungi website bank yang menyediakan kalkulator perhitungan kredit pemilikan rumah (KPR).
- Peminat Madu Kelulut Kubu Raya Pontianak Kian Ramai, Termasuk Ekspor
- Kisah Sukses UMKM: Jahe Merah Pujaan, Minuman Sehat di Kala Pandemi
- Kisah Sukses UMKM: Resep dan Bahan Premium Kunci Mama Bolen Gaet Konsumen
2. Tetapkan tujuan membeli rumah

Hunian merupakan kebutuhan primer manusia. Kendati demikian, tidak semua orang mencari rumah untuk dihuni langsung. Tidak ada salahnya membeli rumah untuk investasi masa depan.
Untuk itu, sebelum mencari rumah, tentukan dulu tujuan membeli properti tersebut. Sebab, ini akan menentukan jenis hunian yang akan dibeli.
Rumah tapak dengan lingkungan yang sudah hidup, misalnya, cocok buat Anda yang mencari rumah pertama untuk dihuni. Sementara, flat atau apartemen bisa menjadi investasi jangka panjang.
“Jangan alergi untuk belajar dan terus mengkaji tentang jenis properti,” kata Alver.
- Lion Air Resmi Buka Rute Manado-Timika PP
- Survei BI: Indeks Keyakinan Konsumen Hadapi Ekonomi Makin Optimistis
- Dugaan KNKT Ihwal Penyebab Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Hancur Lebur
3. Pilih lokasi rumah yang strategis

Sudah menjadi pemahaman umum kalau hal yang penting saat mencari rumah adalah: lokasi, lokasi, dan lokasi. Tidak berlebihan jika dikatakan letak rumah yang strategis akan menentukan nasib Anda ke depan.
Alver menyarankan untuk membeli rumah di skala perkotaan karena aksesibilitas dan fasilitasnya yang sudah berkembang. Hal ini untuk menjamin kenyamanan dan mobilitas Anda sehari-hari. Rumah yang dekat dengan akses transportasi massal juga sangat menguntungkan.
“Fasilitas itu penting karena suatu saat kita akan tinggal di situ. Minimal di sekitar perumahan kita ada pasar, mini atau supermarket, sekolah, dan rumah sakit,” kata dia.
Selain itu, lokasi juga penting karen secara tak langsung nantinya properti akan tetap menjadi instrumen investasi yang dimiliki.
- Defisit APBN 2020 Capai 6,09 Persen, Kemenkeu: Relatif Lebih Kecil dari Negara Lain
- Ketemu Sri Mulyani, Ini Yang Diminta Sandiaga Uno
- Anggaran Ketahanan Pangan 2021 Naik 30 Persen Jadi Rp104 Triliun
4. Cek kredibilitas developer

Hal yang tidak kalah penting saat mencari rumah adalah memastikan kredibilitas pengembang (developer). Untuk diketahui, rumah yang ditawarkan ke konsumen tidak selalu dalam kondisi tersedia (ready stock) ataupun siap huni.
Tidak sedikit developer menawarkan rumah indent, atau harus menunggu selesai dibangun. Kemampuan pengembang untuk menyelesaikan proyek menjadi jaminan penting buat Anda.
Sementara, rumah yang sudah tersedia pun harus dipastikan layak atau siap huni. Developer harus menyelesaikan seluruh pembangunan fisik dan fasilitas yang dijanjikan dalam akta jual beli. Termasuk surat-surat kepemilikan rumah nantinya.
Untuk itu, jangan sampai Anda membeli rumah dari developer wanprestasi. Alver menuturkan developer yang sudah bekerja sama dengan bank biasanya memiliki kredibilitas yang baik.
“Lihat apakah misal punya kerja sama dengan bank untuk penyediaan KPR. Karena bank sudah me-review kredibilitasnya apalagi untuk bank yang besar,” kata dia.
Terakhir, jangan terjebak dengan iming-iming promosi dari developer. Sebab, hal tersebut biasanya hanya gimmick semata.
- Cek Fakta: Apakah Vaksin Sinovac China Mengandung Boraks dan Haram?
- Menkes: Bahan Baku untuk Produksi 15 Juta Vaksin COVID-19 Datang Hari Ini
- Kemenhub Pastikan Pesawat Sriwijaya SJ-182 Dalam Kondisi Laik Udara Sebelum Terbang
5. Pilih desain rumah yang multifungsi

Di era pandemi ini, aktivitas akan terpusat di rumah. Dengan demikian, kebutuhan akan ruang multifungsi di rumah sangat tinggi. Alver menyarankan untuk mencari rumah dengan desain yang fleksibel.
“Ruang fleksibel misalnya dapur bisa menjadi ruang kerja juga,” kata dia.
Selain itu, rumah dengan spot untuk mengembangkan hobi juga bisa jadi pilihan. Misalnya, kata Alver, ada ruang untuk berolahraga, dinding untuk melukis, atau taman untuk berkebun
- Defisit APBN 2020 Capai 6,09 Persen, Kemenkeu: Relatif Lebih Kecil dari Negara Lain
- Ketemu Sri Mulyani, Ini Yang Diminta Sandiaga Uno
- Anggaran Ketahanan Pangan 2021 Naik 30 Persen Jadi Rp104 Triliun
6. Hitung peluang keuntungan investasi rumah

Jika Anda memilih hunian untuk berinvestasi, maka jangan lupa menghitung peluang cuan yang bisa diraih kemudian hari.
Eric Limansantoso, GM Corporate Marketing Jababeka Residence, mengatakan, dalam bisnis properti, ada dua jenis keuntungan yang bisa diraih investor yakni capital gain dan yield.
Capital gain merupakan keuntungan di masa depan yang bisa diperoleh saat investor menjual propertinya. Misalkan, Anda membeli rumah tipe 41/96 saat ini dengan harga Rp500.000 juta per unit.
Sepuluh tahun lagi, rumah itu bisa terjual dengan harga Rp750.000. Untuk itu, Anda memperoleh capital gain sebesar 50%.
Sementara, jika Anda menyewakan rumah itu dengan secara bulanan atau tahunan, maka Anda akan memperoleh yield. “Sambil menunggu kenaikan harga tahunan, kita sewakan dulu, sehingga nanti keuntungan ganda,” kata dia.
Rumah dengan lokasi yang strategis tentu akan mendatangkan keuntungan lebih besar. Sebab, rumah tersebut lebih menarik minat pembeli atau penyewa lain. (SKO)
