Sering Dianggap Berbahaya, Santan dalam Masakan Khas Lebaran Justru Punya Banyak Manfaat Kesehatan
Sering dianggap berbahaya, inilah manfaat kesehatan santan dalam masakan khas lebaran

Justina Nur Landhiani
Author


Ilustrasi makanan mengandung santan pada masakan khas lebaran/freepik.com
(Istimewa)JAKARTA – Tak terasa bulan Ramadan pada tahun 2021 ini akan berakhir. Mengetahui Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, tentu Anda sudah menyiapkan berbagai macam hal untuk menyambutnya, seperti menyiapkan masakan khas lebaran.
Masakan khas lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yaitu rendang, opor, sayur ketupat, sambal goreng ati dan masih banyak lagi. Masakan-masakan tersebut juga mengandung santan yang membuat cita rasanya semakin lezat.
Kuah santan yang biasanya terdapat pada makanan khas lebaran diketahui merupakan sumber lemak jenuh yang tinggi kalori.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Padahal, ternyata santan tetap punya manfaat kesehatan. Berikut penjelasannya, seperti yang dikutip dari laman Medical News Today.
Menurunkan Berat Badan
Santan mengandung trigliserida rantai menengah (MCT), yang dikaitkan para peneliti dengan efek penurunan berat badan. MCT merangsang energi melalui proses yang disebut termogenesis, atau produksi panas.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa MCT bekerja untuk mengurangi berat badan dan ukuran pinggang. MCT juga dapat menyeimbangkan mikrobiota usus yang tidak stabil. Kurangnya stabilitas mikrobiota usus diketahui berperan dalam meningkatnya risiko obesitas.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kelapa mengandung lemak yang disebut asam laurat, dan banyak peneliti percaya bahwa asam laurat dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa asam laurat memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi.
Dalam sebuah studi tentang efek antimikroba asam laurat dari kelapa, para peneliti mengisolasi berbagai strain bakteri dan memaparkannya ke asam laurat dalam cawan petri.
Mereka menemukan bahwa asam laurat secara efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus , Streptococcus pneumoniae , dan Mycobacterium tuberculosis.
Hasil penelitian lain juga menemukan bahwa asam laurat memicu apoptosis, kematian sel, pada sel kanker payudara dan endometrium. Temuan ini menunjukkan bahwa asam laurat mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dengan merangsang protein reseptor tertentu yang mengatur pertumbuhan sel.
- Cara Menghilangkan Kecemasan Saat Rapat Online
- Tips Bekerja dari Rumah atau WFH Ketika Kasus COVID-19 Kembali Naik
- Tandatangani Kontrak, David Guetta Resmi Bergabung dengan Warner Music
Meski begitu, Anda harus tetap hati-hati saat mengonsumsi makanan yang mengandung santan. Dalam jumlah sedang, santan dapat memiliki manfaat kesehatan, tetapi mengonsumsinya terlalu banyak dapat menyebabkan masalah.
Santan mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Mengonsumsi terlalu banyak santan dan mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Santan juga mengandung karbohidrat yang dapat difermentasi oleh bakteri di dalam tubuh. Oleh karena itu, hal ini dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti diare atau sembelit pada orang dengan sindrom iritasi usus besar.
