Hati-hati, Twitter akan Beri Label Khusus Untuk Konten Berbahaya

  • WASHINGTON– Mulai 5 Maret mendatang, Twitter akan memberi label pada twit yang berisi foto atau video yang dianggap membahayakan dan memanipulasi pengguna lain. Hal itu disampaikan dalam keterangan resmi akun Twitter Safety bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk memerangi peredaran konten hoaks di platformnya. Konten yang teridentifikasi palsu akan ditandai dengan label “Manipulated Media” dan diburamkan. […]

Twitter
Ilustrasi Twitter (Twitter)

WASHINGTON– Mulai 5 Maret mendatang, Twitter akan memberi label pada twit yang berisi foto atau video yang dianggap membahayakan dan memanipulasi pengguna lain.

Hal itu disampaikan dalam keterangan resmi akun Twitter Safety bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk memerangi peredaran konten hoaks di platformnya.

Konten yang teridentifikasi palsu akan ditandai dengan label “Manipulated Media” dan diburamkan. Hal ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang akan me-retweet atau memberikan like.

Rujukan yang digunakan adalah fitur Moments di mana halamannya dapat dibuktikan berisi twit-twit terpercaya.

Keselamatan pengguna menjadi prioritas pihak Twitter. Indikator berbahaya atau tidaknya konten memang masih dikaji, sebagai contoh Twitter masih memberi toleransi bagi meme atau foto pribadi yang bersifat hiburan.

Setelah tagar #TwitterPolicyFeedback diluncurkan, kurang lebih telah masuk 6500 tanggapan yang mengomentari tentang kebijakan tersebut. Pihak Twitter pun mengaku akan terus memberikan inovasi secara terbuka dengan menyediakan ruang diskusi untuk masyarakat luas maupun pakar akademis.

Secara keseluruhan, diketahui lebih dari 70% pengguna mengatakan tidak mengambil tindakan ketika mereka melihat sesuatu yang menyesatkan di sejumlah media.

Oleh karena itu, mayoritas pengguna menyetujui kebijakan baru yang dibuat oleh Twitter tersebut. Bahkan, muncul saran agar konten yang melanggar aturan dapat diproses secara hukum.